Suatu hari dalam suatu
universitas di fakultas kedokteran prodi pendidikan dokter dalam sebuah
kelompok tutorial tahun 2013 yang terdiri dari dua belas orang. Kelompok
tutorial itu berisikan tiga mahasiswa dan delapan mahasiswi yang berasal dari
berbagai daerah di Indonesia hingga negeri jiran Malaysia. Setiap orang yang
ada di dalam kelompok ini memiliki sifat yang beragam pula dari yang suka makan
sampai yang tidak suka makan, dari yang sangat kekanak-kanakan hingga dewasa
dan dari yang rajin titip absen sampai yang rajin dititipi absen. Setelah
melalui beberapa blok kuliah bersama dan tibalah di penghujung akhir blok untuk
bersama , kelompok ini mengadakan acara bersama. Acara yang dibuatnya mulai
dari syukuran ulang tahun, makan-makan, karaoke dan bermain di pantai serta
tidak luput pula mereka sholat bersama dan saling mendoakan.
Pada saat acara makan yang di mulai pada siang hari di
plaza , sebelumnya kami berkumpul di kampus untuk berangkat bersama. Berangkat
bersama itulah yang membuat kami merasa bersaudara. Awalnya berangkat
dikomandoi oleh yang punya mobil yaitu Qoni yang sibuk sms “ hey, lagi dimana?
Gue udah digerbang niih.” Yang lain pasti membalas “oke Qon, aku otw” lama
ditunggu juga tetap tidak sampai. Yah begitulah walau berjalan dari kamar ke
pintu depan tetap otw....maklum semua jam pakai karet. Namun Qoni yang memiliki
sifat friendly dan hobi jalan-jalan + karaoke+ kuliner ,tetap sabar menunggu. (HAMASAH
Qoni) .
Selang waktu beberapa lama datanglah teman yang lain Saza
si ibu cadar,Aca, Iind, Ka Sanra dan lainnya kecuali tiga orang. Memang yang
lain pada terlambat namun tidak seterlambatnya Alvin ,si komando mobil ke dua
(satu mobil tidak cukup). Tiga orang itu adalah....yang pertama Asfarika, pasti
tidak datang dengan alasan baralek. Dia baralek? (kurang tau juga dedek bang),
yah bukan dialah...kan masih di bawah umur alias anggota kelompok termuda yang
lahir 1996 persis satu tahun dengan Qoni. Kedua adalah Fadil yang memang belum
di Padang , dia masih di Padang Panjang (bukannya itu padang juga??). Terakhir
Inda yang harus ke bengkel motor dulu dan menjemput STNK (kenapa jemput STNK??
) karena sudah habis pajak motornya.
Ketika makan siang akan berakhir fadhil datng, dan ketika
sedang karaoke inda datang jadilah kami sebelas orang, setelah sholat ashar dan
mengantar saza ke kampus untuk tampil “Assalamualaikum ,dah” “HAMASAH Saza, semangat ibuk
cadar..hehe” kami lanjutkann ke pantai. Inilah yang menjadi puncak atau akhir
perjalanan bersama. Karena terpisahnya mobil akhwat dan ikhwan maka kami hanya
berkomunikasi lewat ponsel. “Assalamualaikum..udah dimana? ” ” waalaikumsalam
kami di masjid dekat ikan bakar, mobil ini ada musibah”jawab fadil .
“apa?”..kami yang bersama mobil Qoni pun langsung menuju tempat mereka..
Terjadi kerusakan di bawah mobil karena waktu berbelok
ada polisi tidur sejenis penghalang yang cukup tinggi sehingga bagian bawah
mobil menjadi mengeluarkan air terus menerus itulah yang dijelasi si ketua kami
Megi. “kenapa mobilnya?” “ngga apa-apa”
jawab alvin. Jadi kami lanjutan ke tepi pasir pantai dekat dengan Ombak. Meski
cuaca yang tadi paginya sangat cerah berubah menjadi mendung dan mulai gerimis
kami tetap bersenang-senang menikmati kebersamaan itu. “Yup ,kita sampai.
Parkir sini aja yahh” ,kata Qoni. “Sip nggak apa Qon” jawab selain qoni yang di
dalam mobil yaitu Cut,aca,iind, dan
Inda.
Gerimis yang biasa nya dihindari karena bisa menyebabkan
pusing , flu, demam dan sebagainya .Kali ini geimis menjadi yang sangat
membahagiakan bagi kelompok tutorial kami meski tidak lengkap dua belas orang
kami tetap merasa persaudaraan yang begitu kuat tanpa ada rasa kekurangan,
Karena kekurangan itu tertutupi ketika kami berlari bersama untuk pengambilan
foto”satu dua tiga” “CHESEEEEE”. Subhanallah sore itu menjadi indah walaupun
hujan melanda. Kami duduk di tenda dengan pesanan kelapa muda dan mie rebus.
Sambil berbincang-bincang tentang apa yang akan terjadi besok. Itu semakin
menambah tawa dan semakin membuat kami merasa menjadi keluarga, yah keluarga
besar untuk kelompok tutorial kami.
Dalamperbincangan
pun terselip perbincangan yang sedikit lebih serius “Teman setelah hari ini
sebelum berpisah untuk tidak satu kelompok lagi, bagaimana kita masing-masing
membuat foto bersama setiap orangnya dan cerita tentang orang itu dibelakang
fotonya???” “woow, ide yang seru” “nanti kita bisa gunakan ittu untuk instropeksi diri agar menjadi lebih baik dari sekarang ketika kita ketemu nantinya” “Semua setuju.
Kita jadikan ini janji kita satu kelompok”. Semenjak itu hari itu semua menjadi
lebih terbuka merasa saling memiliki seperti keluarga, persaudaraan yang
mungkin akan selalu dikenang dihati. Semoga hari seperti ini akan terus ada dan
tercipta. Amin ya Rabb.
Komentar
Posting Komentar