Sistem Politik di Berbagai Negara
Semua negara di dunia menerapkan sebuah system politik yang disebut demokrasi. Hal ini menimbulkan lahirnya satu system yang disenut system demokrasi transisi. Setiap negara memiliki cirri-ciri khusus baik dari segi ideology, system politik, karakter kehidupan social, corak kebudayaan, lingkungan alam yang tidak sama dengan bangsa-bangsa lain. Agar lebih jelas, marilah kita lihat pelaksanaan system politik di berbagai negara berikut.
a. Sistem Politik di Negara Maju
1) Sistem Politik Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara demokrasi konstitusional. Negara pusat berkuasa terhadap beberapa perkara seperti pencetakan mata uang Amerika serta kebijakan pertahanan. Di Amerika Serikat hanya ada dua partai besar yang saling berebut untuk memperolah jabatan politis dalam pemerintahan, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik. Amerika Serikat berusaha seperti kehendak Montesquieu, yaitu dengan tegas memisahkan antara legislative, eksekutif, dan yudikatif. Dengan begitu akan terjadi pemisahan kekuasaan (separation of power) dalam rangka mengawasi kekuasaan dengan kekuasaa (checking and balance) dapat terwujud.
Amerika Serikat adalah negara federal. System pemerintahan daerahnya berbentuk negara bagian yang terpisah dengan negara induknya (kecuali dalam hal keamanan bersama) bahkan negara-negara bagian mempunyai undang-undang sendiri.
Di Amerika Serikat menteri-menteri bertanggungjawab kepada presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Lembaga legislayif diberi hak protes, seperti hak untuk menolak atau menerima rancangan undang-undang, pernyataan terhdap negara lain.
2) Sistem Politik Inggris
di negara Inggris raja merupakan lambing persatuan dan kesatuan. Pemerintah Inggriss dijalankan oleh perdana menteri yang dikuasai oleh partai yang menang dalam pemilihan umum. Jabatan perdana menteri sangatlah kuat. Parlemen Inggris terdiri atas dua kamar, yaitu house of commons yang diketuai oleh perdana menteri dan house of lord yang merupakan warisan keluarga kerajaan.
Saat ini partai-partai yang merebutkan kekuasaan di perlemen adalah Partai Konservatif dan Partai Buruh (partai yang semula berasal dari paham liberal kemudian beralih menjadi paham sosialis)
System pemerintahan yang berlaku di Inggris adalah system parlemanter, para menteri bertanggungjawab kepada parlemen. Dalam system parleman yang berlaku di Inggris pengawasan legislatif terhadap eksekutif sangat besar, dan pengawasan yang dilakukan wakil rakyat diperluas. Dewan menteri yang dipimpin oleh perdana menteri bertanggungjawab kepada parlemen dalam menjalankan pemerintahannya. Dengan demikian kebinet dapat dijatuhkan dalam mosi tidak percaya oleh parlemen.
3) Sistem Politik Uni Soviet (masa lalu) dan Negara-negara Eropa Timur
Sistem pemeritahan di Eropa Timur dikenal dengan system pemerintahan proletariat atau komunis. Dominasi partai tunggal yang mutlak , yaitu partai komunis. Paham komunis mengutamakan kepentingan kolektif dan menghapuskan hak individu untuk kemudian menjadi pejuang-pejuang partai.
Lembaga tertinggi di negara ini adalah Supreme Soviet yang terdiri atas dua kamar yang mempunyai kekuasaan seimbang. Lembaga tersebut yaitu Soviet of the Union dan Soviet of The Nationalities. Di dalam Supreme Soviet dibentuk lagi sebuah podium yang ketuanya menjadi Presiden Rusia. Prinsip lembaga kepresidenan ini bersifat kolektif yang terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang wakil ketua perama ditambah dengan wakil ketua lain yang diambil dari 15 orang ketua. Soviet terdiri atas 15 Uni Republik, 1 orang sekretaris, dan 21 orang anggota.
Komentar
Posting Komentar