Prognosis obesitas tergantung pada penyebab dan ada tidak adanya komplikasi. Bila
ada komplikasi maka Obesitas bisa memiliki prognosis yang buruk dimana seperti
komplikasi kardiovaskular yang bisamenyebabkan stroke dan kematian serta
obesitas yang berlanjut sampai dewasa, morbiditas dan mortalitasnya tinggi.
Begitupun bila Obesitas tanpa komplikasi dan berat badan bisa dikontrol dengan
diet dan aktivitas fisik makas obesitas dapat berprognosis baik.
Hasil diet dan atau modifikasi
latihan fisik berhasil hanya cukup jangka pendek. Penelitian pemantauan yang
cukup lama menunjukkan frekuensi kambuh pada umur 4 – 10 tahun, yang berhasil
mempertahankan penurunan BB (tetapi belum normal) hanya sedikit kurang dari 50%
penderita.
Meta-analisis peneliti Kanada
yang mengevaluasi obesitas pada anak, digunakan pada pengembangan pedoman
praktis, di dukung kebutuhan pengukuran BB dan TB anak berikutnyaterutama untuk
mengesampingkan kegagalan pertumbuhan, tetapi analisis cukup intervensi
terapeutik untuk mendukung skrining obesitas masa anak. Namun tidak ada bahaya
akibat skrining. Lagi pula data tidak cukup untuk memasukkan atau mengesampingkan
nasehat mengenai nutrisi dan latihan fisik untuk terapi awal anak gemuk,
walaupun diet kalori amat rendah harus dikesampingkan dari pengaturan anak
praremaja. Akhirnya ada bukti yang bertentangan berkenaan dengan memasukkan
(inclussion) dan mengeluarkan (exclussion) latihan fisik dalam pengaturan rutin
anak gemuk.
Prognosis
umum untuk peningkatan dan mempertahankan penurunan berat badan buruk. Namun,
keinginan pola hidup lebih sehat dan penurunan factor risiko sehubungan dengan
ancaman penyakit terhadap hidup memotivasi beberapa orang untuk mengikuti diet
dan program penurunan berat badan.
Komentar
Posting Komentar