Langsung ke konten utama

TATALAKSANA LEUKEMIA AKUT



TATALAKSANA LEUKEMIA AKUT

Terapi untuk leukemia akut dapar digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Terapi spesifik: dalam bentuk kemoterapi
2. Terapi suportif: untuk mengatasi kegagalan sumsum tulang, baik karena proses leukemia    
     sendiri atau sebagai akibat terapi.

Kemoterapi
Tahapan pengobatan kemoterapi terdiri atasrl-6'13-14
l. Fase induksi remisi
Berupa kemoterapi intensif untuk mencapai remisi, yaitu suatu keadaan di mana gejala klinis menghilang, disertai blast dalam sumsum tulang kurang dari 5%. Dengan pemeriksaan morfologik tidak dapat dijumpai sel leukemia dalam sumsum tulang dan darah tepi.

2. Fase postremisi
Suatu fase pengobatan untuk mempertahankan remisi selama mungkin yang pada akhirnya akan menuju kesembuhan. Hal ini dicapai dengan:
a. kemoterapi lanjutan, terdiri atas:
i. Terapi konsolidasi
ii. Terapi pemeliharaan (maintenance)
iii. Late intensifcation
b. transplantasi sumsum tulang: merupakan terapi konsolidasi yang memberikan penyembuhan permanen pada sebagian penderita, terutarna penderita yang berusia di bawah 40 tahun.

Kemoterapi untuk ALL
Kemoterapi untuk ALL yang paling mendasar terdiri dari panduan obat (regimen):
1. Induksi remisi:
a. Obat yang dipakai terdiri atas:
i. Vincristiae (VCR):                         1,5 mg/m2 minggu, i.v
ii. Prednison (Pred):                                   6 mgl/m2 /hari, oral
iii. L Asparaginase (L asp):             10.000 U/m2
iv Daunorubicia (DNR):                  25 mg/m2 / minggu - 4 minggu
b. Regimen yang dipakai untuk AI-L dengan risiko standar terdiri atas:
i. Pred + VCR
ii. Pred+VCR+Lasp
c. Regimen untuk ALL dengan risiko tinggi atau ALL pada orang dewasa   antara lain:
i.             Pred + VCR + DNR dengan atau tanpa L asp.
ii.            Kelompok GIMEMA dari italia memberikan DNR + VCR + Pred + Lasp dengan atau tanpa siklofosfamid.
2. Terapi postremisi
a. terapi untuk sdnctudty phase (membasmi sel leukemia yang bersembunyi dalam SSP dan testis)
i. triple IT yang terdiri atas: intrathecal methltrexdte (MTX), Ara C (cytosine arabinosid), dan dexarnenthason
ii. oanial radiotherapy GRT)
b. terapi intensifikasi/konsolidasi: pemberian regimen noncrossresistant        terhadap regimen induksi remisi
c. Terapi pemeliharaan (maintenance): umumnya dipakai 6 mercaptopurine (6 MP) per oral dan MTX tiap minggu. Diberikan selama 2-3 tahun dengan diselingi terapi konsolidasi atau intensifikasi.

Kemoterapi untuk AML
Regimen kemoterapi untuk AML umumnya teridiri atas:
1. Induksi remisi
a. "three plus seuen regimen": Daunorubicin: 60 mg/m2 /hari, i.v., hari 1-3
Ara-C: 200 mg/m2 /hari,iv, kontinu selama 7 hari.
b. ada juga yang memakai regimen DN (daunorubicin, ARA-C dan 6 Thioguanin=6TG)
c. sekarang dipakai juga mitoxantrzne atau etoposide pada kasus dengan cadangan jantung yang compromised.
d. pilihan lain adalah "high dnse Ara-C'= HIDAC. Ara-C diberikan 1-3 g/m2 setiap 12 sampai 24 jam sampai dengan 12 dosis. HIDAC dapat juga diberikan setelah regimen 7:3, yaitu hari 8 sampai hari 10, disebut sebagai regimen 3 + 7 + 3.
e. untuk induksi remisi untuk kasus AML-M3 (leukemia promielositik akut) daunorubisin digabungkan dengan ATRA (all-transretinoic acid). Untuk kasus yang relap diberikan arsenic trioxide.
2. Terapi postremisi terdiri atas:
a. Konsolidasi/intensifikasi
2-6 siklus Ara-C dan 6 TG dengan atau tanpa DNR dapat juga diberikan Ara-C dosis tinggi ataupun amsacrine;
b. Terapi pemeliharaan
Umumnya, dengan terapi per oral jangka panjang meskipun manfaatnya masih diperdebatkan sehingga sebagian besar terapi pemeliharaan ddak diberikan pada AML;
c. Imunoterapi
Imunoterapi dapat diberikan, misalnya dengan BCG meskipun manfaatnya masih belum terbukti.
3. Transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplantation) terdiri atas:
a.   merupakan terapi postremisi yang memberi harapan penyembuhan
b.    efek samping dapat berupa: pneumonia interstitial (cytomegalo virus), graft versus host disease, dan graft rejection
c.    hasil baik jika umur penderita <40 tahun
d.   sekarang lebih sering diberikan dalam bentuk transplantasi sel
e.   induk dari darah tepi Qteripheral blood stem cell tansplantation)

Terapi Suportif
Terapi suportif pada penderita leukemia tidak kalah pentingnya dengan terapi spesifik karena akan menentukan angka keberhasilan terapi. Kemoterapi intensif harus ditunjang oleh terapi suportif yang intensif pula, kalau tidak maka penderita dapat meninggal karena efek samping obat, suatu kematian iauogenik. Terapi suportif berfungsi untuk mengatasi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penyakit
leukemia itu sendiri dan juga untuk mengatasi efek samping obat. Terapi suportif yang diberikan adalah:
l. Terapi untuk mengatasi anemia: transfusi PRC untuk mempertahankan hemoglobin sekitar 9-10 g/dl. Untuk calon transplantasi sumsum tulang, transfusi darah sebaiknya dihindari.
2. Terapi untuk mengatasi infeksi, sama seperti kasus anemia aplastik rerdiri atas:
a. antibiotika adekuat
b. transfusi konsentrat granulosit
c. perawaran khusus (isolasi)
d. hemopoietic grrwth factor (G-CSF atau GM-CSF)
3. Terapi untuk mengatasi perdarahan terdiri atas:
a. transfusi konsentrat trombosit untuk mempertahankan trombosit minimal 10x106 /ml, idealnya di atas 20x106 /ml.
b. pada M3 diberikan heparin untuk mengatasi DIC

        4. Terapi untuk mengatasi hal-hal lain, yaitu:
a. pengelolaan leukostasis: dilakukan dengan hidrasi intravenous dan leukapheresis. Segera lakukan induksi remisi untuk
menurunkan jumlah leukosit.
b. pengelolaan sindrom lisis tumor: dengan hidrasi yang cukup, pemberian alopurinol dan alkalinisasi urine.


Hasil Pengobatan
Hasil pengobatan tergantung pada berikut ini:
l. Tipe leukemia: pada umumnya ALL mempunyai prognosis lebih baik dibandingkan dengan AML.
2. Karakteristik faktor prognostik dari penderita.
3. Jenis regimen obat yang diberikan.

Faktor prognosis untuk ALL dapat dilihat pada tabel 9-6 dan prognosis untuk AML pada tabel 9-7. Prognosis penderita leukemia akut sangat bervariasi dan bersifat individualistik, tetapi pada umumnya didapat hasil sebagai berikut:
1 . Hasil pengobatan ALL sangat baik, dengan terapi intensif dicapai kesembuhan pada 70-90% kasus ALL anak dan 40-50% pada kasus ALL dewasa, tetapi pada umur di atas 65 tahun hasilnya turun menjadi 5o/o.
2. Hasil pengobatan AML tidak sebaik ALL, tetapi akhir-akhir ini hasil pengobatan mencapai kemajuan yang sangat pesat. Remisi dicapai




TATALAKSANA LEUKEMIA KRONIK

Terapi CML tergantung pada dari fase penyakit, yaitu:
I . Fase Kronik:
Obat pilihan:
a. Busulphan (Myleran), dosis: 0,i-0,2 mg/kgBB/hari. Leukosit diperiksa tiap minggu. Dosis diurunkan setengahnya jika leukosit       turun setengahnya. Obat dihentikan jika leukosit 20.0001             mm3. Terapi dimulai jika leukosit naik menjadi 50.000/mm3 Efek samping dapat berupa aplasia sumsum tulang berkepanjangan, fibrosis paru, bahaya timbulnya leukemia akut.
b. Hydroxiurea, memerlukan pengaturan dosis lebih sering, tetapi efek samping minimal. Dosis mulai dititrasi dari 500 mg sampai 2000 mg. Kemudian diberikan dosis pemeliharaan untuk mencapai leukosit 10.000-15.000/mm3. Efek samping Iebih sedikit dan bahaya. keganasan sekunder hampir tidak ada.
c. Interferon cr biasanya diberikan setelah jumlah leukosit terkontrol oleh hidroksiurea. Pada CML fase kronik interferon dapat memberikan remisi hematologik pada 80% kasus, tetapi remisi sitogenetik hanya tercapai pada 5-10% kasus.
2. Terapi fase akselerasi: sama dengan terapi leukemia akut, tetapi
respons sangat rendah.
3. Tiansplantasi sumsum tulang: memberikan harapan penyembuhan jangka                                                             panjang terutama untuk penderita yang berumur kurang dari 40 tahun. Sekarang yang umum diberikan adalah allogeneic peripheral blood. stem cell transplantatizn. Modus terapi ini merupakan satu-satunya yang dapat memberikan kesembuhan
total.
4. Sekarang sedang dikembangkan terapi yang memakai prinsipbiologi molekuler (targeted therapy). Suatu obat baru imatinib mesylate (Gleeuec) dapat menduduuki ATP*binding site of abl oncogen sehingga dapat menekan aktivitas tyrosine hinase sehingga menekan proliferasi seri mieloid.

Terapi CLL
untuk CLL jarang dapat mencapai kesembuhan karena tujuan terapi bersifat konvensional, terutama unruk mengendalikan gejala. Kemoterapi yang diberikan terlalu awal dapat memperPendek bukan memperpanjang survival. Obat yang umum dipakai adalah chlorambucil dengan dosis 4-6 mg/hari atau 6 mg/m2, biasanya diberikan selama 24 bulan. Obat lain adalah fludarabine yang tergolong sebagai purine analogue. Dapat diberikan secara intravena maupun secara oral, dan merupakan obat pilihan pertama pada kasus yang resisten pada chlorambucil. Skema kemoterapi untuk CLL adalah:
1.  Low risk: Chlorambttcil 0,T mg/kg, 4 hari setiap 3-4 minggu.
2. Intermediate risk: Sama dengan A
3. High risk: Sama dengan A ditambah prednison 40-60/hari untuk 7 hari seriap 34 minggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kumpulan soal dan pembahasan fisika semester 2 kelas X

1.Seorang yang miopi titik dekatnya 25cm sedangkan titik jauhnya 100 cm.Agar ia dapat melihat benda yang jauh,ia harus memakai kacamata yang kekuatannya…. Jawab :     S= ~   ; S’= -100 cm                         1/f = 1/100                         D= 1/-100 X 100 =   -1 dioptri 2. Aldo ketika berumur 55 tahun menderita hipermetropi, tidak dapat membaca koran yang berada lebih dekat dari 50 cm di depan matanya. Berapa dioptri kekuatan kacamata christiano ronaldo ? jawab : S' = -50 cm, S = 25 cm, f ? dan P? 1/25 + 1/-50 = 1/f, f = 50 cm, P = 100/50        = 2 Dioptri 3.Seorang penderita Miopi memakai lensa -1,0   D.     Berapa titik jauh orang tersebut? Jawab : ...

Sistem politik di Dunia

 Sistem Politik di Dunia Menurut Carter dan Hez , sistem politik dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1. Apabila pihak yang memerintah dan ruang lingkup jangkauan kewenangan       beberapa orang maka sistem politik ini disebut pemerintahan dari atas . 2. Apabila pihak yang memerintah terdiri atas banyak orang maka sistem politik       ini disebut demokrasi . Jika kewenangan pemerintah pada prinsipnya       mencakup segala sesuatu yang ada dalam masyarakat maka rezim ini disebut       totaliter . Pemerintahan yang memiliki kewenangan terbatas dan membiarkan       sebagian besar kehidupan masyarakat mengatur diri sendiri tanpa campur       tangan masyarakatnya dijamin dengan tata hukum yang telah disepakati        bersama, rezim ini disebut liberal . Menurut Almond dan Powell , dikategorikan menjadi 3 macam sistem politik: 1. Siste...

soal fisika kelas X

1.Seorang yang miopi titik dekatnya 25cm sedangkan titik jauhnya 100 cm.Agar ia dapat melihat benda yang jauh,ia harus memakai kacamata yang kekuatannya…. Jawab :     S= ~   ; S’= -100 cm                         1/f = 1/100                         D= 1/-100 X 100 =   -1 dioptri 2. Aldo ketika berumur 55 tahun menderita hipermetropi, tidak dapat membaca koran yang berada lebih dekat dari 50 cm di depan matanya. Berapa dioptri kekuatan kacamata christiano ronaldo ? jawab : S' = -50 cm, S = 25 cm, f ? dan P? 1/25 + 1/-50 = 1/f, f = 50 cm, P = 100/50        = 2 Dioptri 3.Seorang penderita Miopi memakai lensa -1,0   D.     Berapa titik jauh orang tersebut? Jawab :     ...